LOGO PEMILU 09

KETENTUAN PELAKSANAAN

PEMILIHAN KETUA DAN WAKIL KETUA IKATAN ALUMNI ASRAMA

YAYASAN SOPOSURUNG (PARYASOP)

PERIODE 2009-2013

  1. I. PENDAHULUAN

Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Paryasop Periode 2009-2013 merupakan bagian dari pelaksanaan Kongres Paryasop 2009, sebagai amanat dari Pasal 12 ayat (2) Anggaran Rumah Tangga Paryasop yang mengatur bahwa masa jabatan Badan Kelengkapan Paryasop adalah selama empat tahun. Kongres Paryasop sebelumnya yang telah diselenggarakan dalam rangkaian Reuni Akbar Alumni Yayasan Soposurung 2005, merupakan wadah pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Paryasop untuk pertama kalinya, dengan Sangkan Tambunan dan Marudut Napitupulu masing-masing terpilih sebagai Ketua Paryasop dan Wakil Ketua Paryasop periode 2005-2009. Menjelang berakhirnya masa kepengurusan Badan Kelengkapan Paryasop periode 2005-2009, akan diselenggarakan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Paryasop periode 2009-2013.

Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Paryasop Periode 2009-2013, yang selanjutnya disebut sebagai Pemilu Paryasop 2009, memiliki karakteristik yang berbeda dengan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Paryasop pada tahun 2005 yang lalu. Perbedaan tersebut utamanya adalah Pemilihan tahun 2005 diselenggarakan pada saat organisasi Paryasop belum didirikan. Dengan demikian, penyelenggaraan Pemilu Paryasop 2009 ini merupakan pemilihan pengurus Paryasop yang untuk pertama kalinya direncanakan dan diselenggarakan oleh Paryasop, sehingga diharapkan nantinya dapat menjadi pedoman dan acuan bagi penyelenggaraan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Paryasop selanjutnya.

Selain itu, Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Paryasop Periode 2005-2009 diselenggarakan dalam Kongres Alumni Yayasan Soposurung yang dihadiri oleh sejumlah besar alumni Yayasan Soposurung, dan pelaksanaannya mengerahkan sumber daya dan perencanaan dalam jumlah besar, hal mana akan menjadi tantangan yang sangat besar untuk dilaksanakan lagi pada Pemilu Paryasop 2009. Untuk itu, Ketua Paryasop telah mengarahkan agar Pemilu Paryasop dapat dilaksanakan dengan mekanisme baru yang dapat mengakomodasi situasi tersebut, menghemat anggaran, dan pelaksanaannya dimungkinkan dalam jangka waktu yang tersedia. Mekanisme tersebut antara lain dengan tidak mengharuskan seluruh alumni untuk berkumpul di satu tempat pada saat pemungutan suara dalam Pemilihan. Hal ini sejalan pula dengan  situasi bahwa persebaran alumni Yayasan Soposurung sudah sangat luas, bahkan sampai ke negara lain, yang dapat menimbulkan kesulitan tersendiri apabila diharuskan untuk berkumpul bersama.

Salah satu faktor yang perlu diperhatikan pula, bahwa Pemilu Paryasop 2009 juga harus dapat menjadi wadah bagi anggotanya dalam memulai perbaikan bagi organisasi Paryasop secara khususnya, maupun penajaman dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan Paryasop pada umumnya.  Oleh karena itu, Pemilu Paryasop 2009 membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anggota untuk mencalonkan diri sebagai Calon Ketua dan Wakil Ketua Paryasop 2009-2013, serta menyediakan ruang bagi para calon untuk mengutarakan visi dan misinya bagi Paryasop dalam masa kampanye. Sejalan dengan itu pula, rangkaian pelaksanaan Kongres Paryasop mengagendakan perubahan pada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Paryasop. Dengan demikian, perubahan-perubahan yang nanti kiranya dapat dituangkan dalam perubahan AD/ART Paryasop dapat sejalan dengan misi perubahan yang akan diusung oleh para calon.

Beberapa situasi yang mempengaruhi karakteristik Pemilihan tersebut kiranya dapat menjadi pegangan dalam penyelenggaran Pemilu Paryasop 2009, untuk menyelenggarakan Pemilihan yang baik. Penyelenggaraan Pemilihan yang baik akan menjadi modal bagi jalannya organisasi Paryasop selama empat tahun mendatang, sehingga penting untuk dilaksanakan secara demokratis dan partisipatif, dengan berpegang pada tujuan Paryasop yang telah disepakati.

  1. II. TEMA

Tema penyelenggaraan Pemilu Paryasop 2009 adalah “Pemimpin baru, arah baru?”

  1. III. TUJUAN

Tujuan Pemilu Paryasop 2009 adalah memperoleh Calon Ketua dan Wakil Ketua Paryasop periode 2009-2013 hasil Pemilihan untuk disahkan dalam Kongres Paryasop 2009.

  1. IV. PENYELENGGARAAN PEMILU PARYASOP 2009

  1. Pemilu Paryasop 2009 diselenggarakan secara jujur, transparan, rahasia, dan adil.
  1. Pemilu Paryasop 2009 dilakukan dengan memilih pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua Paryasop.
  1. Penyelenggaraan Pemilu Paryasop 2009 merupakan salah satu rangkaian penyelenggaraan Kongres Paryasop 2009, dan hasil Pemilihan ditetapkan dalam Kongres Paryasop 2009.
  1. Pemilu Paryasop 2009 diselenggarakan oleh Tim Pelaksana Pemilu Paryasop 2009, yang selanjutnya disebut sebagai Tim Pelaksana, sebagaimana ditetapkan melalui SK-05/Paryasop/VIII/2009.

Yang dimaksud dengan penyelenggaraan adalah:

  1. menetapkan pengaturan dan ketentuan Pemilu Paryasop 2009;
  2. menetapkan peserta Pemilu Paryasop 2009;
  3. menetapkan pasangan Calon Ketua dan Wakil Ketua yang akan dipilih dalam Pemilu Paryasop 2009;
  4. membatalkan keikutsertaan Calon Ketua dan Wakil Ketua dalam Pemilu Paryasop 2009 apabila melanggar peraturan yang berlaku;
  5. melaksanakan pemungutan suara dalam Pemilu Paryasop 2009;
  6. melaksanakan penghitungan hasil pemungutan suara dalam Pemilu Paryasop 2009; dan
  7. menyerahkan hasil penghitungan Pemilu Paryasop 2009 kepada Pimpinan Kongres Paryasop 2009.
  1. V. PESERTA PEMILU PARYASOP 2009

  1. Peserta Pemilu Paryasop 2009 adalah seluruh alumni Asrama Yayasan Soposurung.
  1. Yang dimaksud dengan alumni Yayasan Soposurung adalah barangsiapa yang pernah menjalani pendidikan sebagai Siswa/i di Asrama Yayasan Soposurung dan menamatkan pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas antara tahun 1993 hingga tahun 2009.

Ketentuan ini pada dasarnya mengatur bahwa peserta Pemilu Paryasop 2009 tidak terbatas pada Anggota Paryasop sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Anggaran Rumah Tangga Paryasop, yang mengatur bahwa salah satu syarat untuk menjadi Anggota Paryasop adalah mendaftarkan diri.

  1. Tim Pelaksana bertanggung jawab dalam melakukan pendataan seluruh peserta Pemilu Paryasop 2009 dan menerima seluruh suara yang disampaikan dalam Pemilu Paryasop 2009.
  1. Tim Pelaksana bertanggung jawab atas Sosialisasi Pemilu Paryasop 2009 kepada seluruh peserta Pemilu Paryasop 2009.
  1. Tim Pelaksana mengumpulkan data nomor telepon seluler dan/atau alamat surat elektronik Peserta Pemilu 2009 sebagai data referensi pada pemungutan suara, dengan mengkoordinasikannya melalui Koordinator Angkatan.
  1. VI. PEMUNGUTAN SUARA
  1. Setiap peserta Pemilu Paryasop 2009 memiliki 1 (satu) hak suara.
  1. Pemungutan suara dilakukan dengan:
    1. menyerahkan kertas suara,
    2. mengirimkan pesan pendek (SMS) melalui telepon seluler, dan/atau
    3. mengirimkan surat elektronik.
  1. Pemungutan suara hanya mengakui satu suara yang diberikan oleh Peserta Pemilu Paryasop 2009.
  1. Dalam hal peserta Pemilu Paryasop memberikan suara melalui lebih dari satu mekanisme pemungutan suara yang disediakan, maka suara yang diakui adalah suara yang diserahkan melalui kertas suara. Dalam hal pemberian suara ganda tersebut dilakukan tidak melalui kertas suara, maka suara yang diakui adalah suara yang diserahkan melalui SMS.

Pemungutan Suara Melalui Kertas Suara

  1. Pemungutan suara melalui kertas suara dilakukan dengan mengumpulkan kertas suara secara langsung dari peserta Pemilu Paryasop 2009, dengan menggunakan kertas suara yang telah diberi stempel oleh Tim Pelaksana.
  1. Pemungutan suara melalui kertas suara dilakukan hanya pada saat penyelenggaraan Kongres Paryasop 2009.
  1. Peserta mengisi kertas suara dengan nama Calon Ketua dan Wakil Ketua Paryasop yang dipilih.
  1. Pemungutan suara melalui kertas suara harus dapat dipertanggungjawabkan melalui absensi peserta dalam pemungutan suara.
  1. Kertas suara yang telah diterima dikumpulkan dalam amplop tertutup oleh Tim Pelaksana untuk dibuka pada penghitungan suara.

Pemungutan Suara Melalui Pesan Singkat Menggunakan Telepon Seluler

10. Pemungutan suara melalui pengiriman pesan pendek (SMS) ke telepon seluler, dilaksanakan dengan mengirim nama Calon Ketua dan Wakil Ketua yang dipilih ke nomor 08………………………………………………………….(diumumkan kemudian)

11.  Format pengiriman suara melalui SMS adalah:

NAMA CALON KETUA DAN WAKIL KETUA YANG DIPILIH

ANGKATAN KELULUSAN DARI SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT ATAS

NAMA LENGKAP PESERTA PEMILU PARYASOP 2009

12.  Peserta Pemilu 2009 yang melakukan pemungutan suara melalui SMS hanya boleh mengirimkan suara dengan menggunakan nomor telepon yang telah didaftarkan kepada Tim Pelaksana.

13.  Dalam hal Tim Pelaksana menerima suara melalui nomor telepon seluler yang tidak tersedia pada data Peserta yang sudah ada, suara tersebut dianggap tidak sah.

14.  Tiap peserta pemilu yang melakukan pemungutan suara melalui SMS cukup mengirimkan nama Calon Ketua dan Wakil Ketua Paryasop sebanyak 1 (satu) kali.

15.  Dalam hal terjadi dua kali pengiriman suara melalui SMS, suara yang dianggap sah adalah suara yang diterima pertama kali oleh Tim Pelaksana.

Pemungutan Suara Melalui Surat Elektronik

16.  Pemungutan suara melalui surat elektronik dilakukan dengan mengirim nama Calon Ketua dan Wakil Ketua Paryasop yang dipilih ke alamat ……………………………………………………(alamat e-mail diumumkan kemudian)

17.  Format pengiriman suara melalui surat elektronik adalah dengan menuliskan NAMA CALON KETUA DAN WAKIL KETUA YANG DIPILIH pada subyek (subject) surat elektronik, dan kemudian pada badan surat ditulis sebagai berikut:

NAMA LENGKAP PESERTA PEMILU PARYASOP 2009

ANGKATAN KELULUSAN DARI SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT ATAS

18.  Peserta Pemilu 2009 yang melakukan pemungutan suara melalui surat elektronik hanya boleh mengirimkan suara dengan menggunakan alamat surat elektronik yang telah didaftarkan kepada Tim Pelaksana.

19.  Dalam hal Tim Pelaksana menerima suara melalui alamat surat elektronik yang tidak tersedia pada data Peserta yang sudah ada, suara tersebut dianggap tidak sah.

20.  Tiap peserta pemilu yang melakukan pemungutan suara melalui surat elektronik cukup mengirimkan nama Calon Ketua dan Wakil Ketua Paryasop sebanyak 1 (satu) kali.

21.  Dalam hal terjadi dua kali pengiriman suara melalui surat elektronik, suara yang dianggap sah adalah suara yang diterima pertama kali oleh Tim Pelaksana.

  1. VII. CALON KETUA DAN WAKIL KETUA
  1. Yang dapat menjadi Calon Ketua dan Wakil Ketua Paryasop adalah yang berhak menjadi peserta Pemilu Paryasop 2009.
  1. Pencalonan dilakukan dengan mendaftarkan nama pasangan Calon Ketua dan Wakil Ketua kepada Tim Pelaksana, untuk kemudian diumumkan oleh Tim Pelaksana kepada Peserta Pemilu Paryasop 2009.
  1. VIII. KAMPANYE
  1. Kampanye dapat dilakukan oleh Calon Ketua dan Wakil Ketua Paryasop pada jangka waktu yang sudah ditetapkan.
  1. Calon Ketua dan Wakil Ketua Paryasop dapat melakukan Kampanye apabila nama Calon Ketua dan Wakil Ketua Paryasop tersebut telah diumumkan oleh Tim Pelaksana.
  1. Materi Kampanye dilarang apabila:

a.  memuat penghinaan terkait suku, agama, ras, dan antarbagian; dan/atau

b.  memuat penghinaan terhadap Calon Ketua dan Wakil Ketua lain.

  1. IX. PENGHITUNGAN SUARA
  1. Penghitungan suara dilakukan pada Kongres Paryasop 2009 dengan dihadiri oleh para Calon Ketua dan Wakil Ketua Paryasop.
  1. Penghitungan dilakukan dengan mengumpulkan dan membuka suara yang disampaikan melalui kertas suara, SMS, atau surat elektronik.
  1. Dalam hal peserta Pemilu mengirimkan suara melalui lebih dari satu mekanisme pemungutan suara, penghitungan suara dilakukan dengan membuka kertas suara dan menandai suara yang disampaikan melalui mekanisme lain. Dalam hal suara ganda tersebut tidak menggunakan kertas suara, maka penghitungan dilakukan dengan membuka sms dan menandai suara yang disampaikan melalui surat elekrtonik.
  1. Suara yang dianggap tidak sah adalah:
    1. suara baik dalam bentuk kertas suara, SMS, atau surat elektronik yang sudah dibuka sebelum waktu penghitungan suara; dan
    2. suara yang tidak dapat diterima dengan jelas nama Calon Ketua dan Wakil Ketua Paryasop yang dipilih.
  1. Penghitungan suara dilaksanakan secara terbuka dengan disaksikan oleh seluruh peserta Kongres Paryasop 2009.
  1. Pembukaan kertas suara, SMS, dan surat elektronik disaksikan oleh dua orang saksi yang ditetapkan oleh Pimpinan Kongres Paryasop 2009.
  1. Penghitungan suara melalui SMS dan surat elektronik ditampilkan kepada peserta Kongres Paryasop tanpa menampilkan data pengirim.
  1. Hasil penghitungan suara adalah hasil perolehan suara Calon Ketua dan Wakil Ketua Paryasop, dimana pasangan Calon Ketua dan Wakil Ketua Paryasop yang memperoleh suara paling banyak ditetapkan oleh Pimpinan Kongres sebagai Ketua dan Wakil Ketua Paryasop periode 2009-2013.
  1. X. TATA WAKTU

  1. Pendaftaran Calon Ketua dan Wakil Ketua Paryasop dilaksanakan sejak tanggal 1 September 2009 sampai tanggal 31 Oktober 2009.
  1. Kampanye dilaksanakan sejak nama Calon Ketua dan Wakil Ketua Paryasop yang bersangkutan diumumkan oleh Tim Pelaksana sampai tanggal 6 November 2009.
  1. Pendataan peserta Pemilu Paryasop 2009 oleh Koordinator Angkatan dilakukan sejak tanggal 1 September 2009 sampai tanggal 31 Oktober 2009.
  1. Pemungutan suara dengan menggunakan kertas suara dilaksanakan pada tanggal 7 November 2009 dalam pelaksanaan Kongres Paryasop 2009.
  1. Pemungutan suara berupa pengiriman suara melalui SMS dan surat elektronik dilaksanakan sejak tanggal 1 November 2009 sampai tanggal 6 November 2009.
  1. Penghitungan suara dilaksanakan dalam Kongres Paryasop 2009 pada tanggal 7 November 2009.

Ditetapkan di Jakarta, 31 Agustus 2009

Ketua Tim Pelaksana Pemilu Paryasop 2009

ttd.

HAMZAH SINAGA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s