Dikutip dari Harian SIB

Tobasa (SIB)
Yayasan Soposurung bekerjasama dengan TB Silalahi Center melakukan pemilihan guru teladan tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan Sekolah Tingkat Atas se-Kabupaten Toba Samosir. Puncak pemilihan 9 orang guru teladan yang masuk grandfinal untuk masing-masing tingkatan yang diikuti 3 orang guru, dilaksanakan di Conventional Hall TB Silalahi Center di Jalan Pagarbatu Balige, Sabtu (16 Agust) langsung dihadiri ketua Dewan Pembina TB Silalahi Center dan Yasop Balige Letjen (Purn) DR TB Silalahi SH.
Pemilihan guru teladan tingkat Kabupaten Toba Samosir tahun 2008 yang mendapat animo yang begitu besar dari masyarakat khususnya kalangan dunia pendidikan yang ada di Tobasa, tidak kalah dengan pemilihan guru teladan tingkat nasional. Karena, guru-guru yang masuk grandfinal dan menjadi guru teladan I-III di setiap tingkatan memperoleh hadiah berupa 1 unit sepeda motor, piagam, trophy dan uang tunai Rp3 juta (Teladan I), Laptop, piagam, trophy dan uang tuani Rp2 juta (Teladan II) dan laptop, piagam, trophy dan uang tunai Rp1 juta (Teladan III).

Hal itu juga diakui oleh Ketua Umum Pembina Yayasan Soposurung Balige Letjen (Purn) DR TB Silalahi SH saat menyampaikan arahannya usai dewan juri yang diketuai Drs Hulman Sitorus (Kadis Pendidikan Tobasa) bersama Josep Fraklin Sihite dan Harum M Siregar, membacakan nama-nama guru teladan I, II dan III untuk tiap tingkatan. “Saya bangga kepada guru-guru teladan yang terpilih hari ini, kalian tidak kalah dengan guru-guru teladan yang dipilih tingkat nasional. Pemilihan guru teladan Tobasa ini tidak kalah penting dengan pemilihan guru tingkat nasional terutama soal hadiah yang diberikan,” ungkap putra Balige yang masuk menjadi anggota dewan pertimbangan Presiden itu.

Pada Grandfinal pemilihan guru teladan se-Kabupaten Tobasa yang juga dihadiri oleh Bupati Tobasa diwakili Sekdakab Tobasa Liberty Pasaribu SH MSi, Kadis Pariwisata dan Budaya Resman Sirait SE, Kadis PMD dan Pemberdayaan Perempuan Drs Gunadi Napitupulu, Kakan Ketahanan Pangan Ir Jhonson Simanjuntak, para kepala sekolah dan pengurus Yasop dan TB Silalahi Center serta para siswa-siswi dari masing-masing guru yang masuk grandfinal, TB Silalahi mengungkapkan, pemilihan ini penting untuk memotivasi guru-guru yang lain untuk lebih meningkatkan kemampuannya.

Menjadi guru teladan, kata TB Silalahi yang pada 10 tahun terakhir ini menjadi dosen favorit di Lemhanas, kunci guru tersebut harus mencintai pekerjaannya (bangga sebagai guru). Guru itu juga harus menguasai subjek (materi bidang studi yang dibawakan) serta selalu memperdalam pengetahuannya dalam bidang ilmu yang digeluti. “Mampu berkomunikasi dengan semua siswa (anak didiknya), inovatif dan juga kreatif. Dan Guru juga harus tahu atau mengenal siswanya guru harus mampu menjadi sebagai seorang ibu dan juga seorang bapak karena ada kalanya seorang anak didik murid tidak mampu berkomunikasi dengan orang tuanya di rumah guna menyampaikan hal-hal yang dihadapinya,” pungkas TB.

Untuk guru-guru teladan tingkat Kabupaten Tobasa yang terpilih, TB Silalahi berpesan bahwa dengan terpilihnya sebagai guru teladan di Kabupaten Tobasa tahun 2008, merupakan tanggungjawab yang berat. Karena menjadi guru teladan haruslah benar-benar teladan dalam setiap hidupnya baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat.

TB Silalahi kepada SIB usai pelaksanaan pemilihan guru teladan se-kabupaten Tobasa mengungkapkan, salah satu kekayaan Bonapasogit khususnya orang Batak adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Kekayaan Sumber Daya Manusia ini, harus terus dibina apalagi sesuai dengan filosofi orang Batak dengan nyanyian “Anakkonki do hamoraon di au”. Filosofi ini juga menunjukkan, bahwa pendidikan yang bisa merubah nasib orang tua, lingkungan dari orang Batak itu.

“Dan inilah yang dilakukan Yayasan Soposurung Balige yang membangun SDM melalui pendidikan. Dan untuk tahun 2008 ini dan baru pertama ini terjadi di Indonesia, angkatan tahun 2008 Yasop semua lulus 100 % pada penerimaan mahasiswa baru negeri yang ada di Indonesia, (melalui UMB/SNMPTN). Keberhasilan ini, bukan tergantung hanya pada siswanya saja, tetapi para guru-guru. Itulah sebabnya, mulai tahun ini dan semoga berlangsung setiap tahunnya akan terus dilakukan pemilihan guru teladan se-Kabupaten Tobasa,” terang TB Silalahi.

Kiranya dengan dilakukannya pemilihan guru teladan tingkat Kabupaten Tobasa yang dilakukan Yayasan Soposurung Balige ini, lanjut TB silalahi, membawa dampak yang luas guna peningkatan kinerja para guru yang ada di Tobasa menjadi guru-guru teladan. Tentunya selain usaha-usaha yang dilakukan Yayasan Soposurung, dengan diberikannya bea siswa kepada siswa-siswi yang ada di bonapasogit, terang TB Silalahi.
Ditanya apakah Yasop Balige juga akan melakukan pemilihan guru teladan untuk tingkat kawasan Tapanuli?, dengan diplomatis mantan Menpan ini mengatakan, tahap pertama dilakukan untuk Kabupaten Toba Samosir saja dulu. “Yang penting konpensional dan langgeng serta berkelanjutan dulu,” ungkap TB.

Guru Teladan I Untuk Tiap Tingkatan Mendapat 1 Unit Sepeda Motor
Pada grandfinal pemilihan guru teladan tingkat Kabupaten Toba Samosir yang berlangsung di Convention Hall TB Silalahi Center ini, sesuai dengan hasil keputusan dewan juri yang dibacakan langsung oleh ketua Tim Juri Drs Hulman Sitorus, untuk guru Teladan I tingkat Sekolah Dasar (SD) dengan nilai 285,1 diraih Timor Tambun Guru SD 173623 Porsea, guru Teladan II diraih Porman Nainggolan SPd dengan nilai 284,9 guru SDN 173593 Parsoburan, dan teladan III diraih Darma Bakti Kalba guru MIN Lumban Gurning Porsea dengan nilai 283,1.

Untuk guru Teladan tingkat SLTP, teladan I diraih Lamhot Uli Simanjuntak Guru SMP Negeri 2 Balige dengan nilai 284. Guru Teladan II dengan nilai 283,7 diraih Dra Risma Napitupulu guru SMP Negeri I Porsea dan teladan III dengan nilai 283,1 diraih Bagas Siahaan SPd guru SMP Negeri 4 Laguboti.
Sementara itu untuk tingkat SMA/SMK, Guru Teladan I diraih Sesmon Butar-butar SPd dengan nilai 285,6 Guru SMK Negeri I Balige. Guru Teladan II dengan nilai 285,1 diraih Jelarwin Dabutar SPd MPd Guru SMK Negeri I Laguboti dan dan Guru Teladan III diraih Dra Humide Sianipar guru SMA Negeri I Habinsaran dengan nilai 284,6.

Untuk masing-masing guru teladan I,II,III setiap tingkatan, mendapat 1 unit sepeda motor, trophy, piagam dan uang tunai Rp 3 juta (Teladan I). Teladan II berhak atas satu laptop, piagam,trophy dan uang tunai Rp 2 juta. Teladan III berhak atas 1 laptop, piagam, trophy dan uang tunai Rp1 juta.
Semuanya hadiah untuk Teladan I diserahkan langsung oleh DR TB Silalahi SH, Teladan II diserahkan Bupati Tobasa diwakili Sekdakab Tobasa Liberty Pasaribu SH MSi, Teladan III diserahkan langsung oleh Kadis Pendidikan Tobasa Drs Hulman Sitorus. (T11/m)