Jika saja aku dapat menangkapnya nanti, aku akan membunuh dia dan pengikutnya, dasar nelayan desa kecil yang sok berani” ,mungkin hal ini yang terbersit di pikiran Saulus, calon pembesar Sanhedrin, ketika menyaksikan kesaksian Petrus yang tampaknya tidak takut apapun bahkan mampu berkhotbah dengan penuh karisma di hadapan pengadilan agama. Ia rasanya tidak tahan ketika Petrus dan rasul-rasul lain berkhotbah memberitakan Yesus yang telah bangkit sebagai Tuhan dan juruselamat. Kemarahannya semakin berkobar-kobar saat semakin banyak orang-orang Yahudi yang percaya dan menjadi pengikut Yesus. Mereka hidup dalam kebersamaan, saling menolong dan jumlahnya semakin bertambah. “ Iman seperti apa yang dianut oleh orang-orang ini? Mengapa tokoh tersalib yang disaksikan bangkit itu begitu hidup dalam persekutuan mereka?” Saulus tidak habis pikir sambil menggeram dalam hati dan terus menatap Petrus dengan ketajaman amarahnya.
Saulus berharap si terdakwa itu dihukum rajam sampai mati. Tapi tiba-tiba gurunya sendiri , Gamaliel angkat bicara setelah mendengarkan Petrus.” Hai orang-orang Israel , pertimbangkanlah baik-baik apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini! Sebab dahulu telah muncul si Teudas, yang mengaku dirinya seorang istimewa dan ia mempunyai kira-kira empat ratus orang pengikut; tetapi ia dibunuh dan cerai berailah seluruh pengikutnya dan lenyap. Sesudah dia, pada waktu pendaftaran penduduk, muncullah si Yudas, seorang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya. Karena itu aku berkata padamu : Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia tentu akan lenyap” kata Guru besar itu.
Anehnya, argumen Gamaliel itu diterima oleh dewan Sanhedrin. Saulus tidak mengerti bisa-bisanya sang Guru berkata demikian. Sementara Petrus mengetahui dalam hatinya bahwa hikmat Allah telah menghadirkan sekutu yang tidak terduga yang tak pernah terharapkan meskipun hanya untuk momen pengadilan tersebut. Dia tidak dijatuhi hukuman mati tetapi harus mendapat cambukan sebelum dilepaskan. Semakin berkobar kebencian dan kemarahan Saulus, rasanya dia ingin menginjak-injak Petrus, ‘nelayan tak berpengetahuan” yang tidak pernah diduganya akan menjadi teman sekerjanya kelak.
Bersambung……
Doakan dan Hadirilah………!
PASKAH PARYASOP
Tema : I CHOOSE YOU ( Kis 9:1-15)
Sabtu, 12 April 2008
Pukul 17.00 WIB
Tempat: Gereja HKBP Kernolong,
Kramat, Jakarta Pusat
Contact Person :
Balugu 081384861407
Sopar 085214736656
Salam,
Panitia Paskah Paryasop 2008