Sewaktu salah satu reporter televisi asing berhasil mewawancarai salah satu tokoh penting organisasi teroris besar, reporter tersebut menanyakan mengapa tampaknya organisasi tersebut tidak takut sama sekali dengan “barat”, bahkan mereka seakan mau mempertaruhkan apa saja demi tercapainya cita-cita mereka. Salah satu contoh yaitu ketika mereka berhasil melancarkan serangan 11 September yang pasti menempuh risiko yang amat sangat besar. Bertolak pada “keberhasilan” mereka itu, bukan tidak mungkin “barat” juga masih harap-harap cemas dengan keberadaan organisasi ini beserta jaringan-jaringannya yang lain.

 

Setelah terdiam sebentar, si tokoh menjawab dan kira-kira seperti ini lah jawabannya: ” Itu karena kami tidak takut terhadap kematian sementara mereka terlalu mencintai  kehidupan.”

 

Jawaban di atas mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Namun memang benar bahwa manusia tidak dapat dipisahkan dari hidup dan mati. Apakah kita juga memilih menjadi orang yang terlalu mencintai kehidupan dan takut pada kematian ? Ataukah kita mungkin takut pada hidup dan malah mencintai kematian mungkin untuk kasus ini akan sangat jarang).

Pribadi Kristen adalah seseorang yang tahu bahwa kematian di dunia bukan akhir segalanya sebab kehidupan yang lebih berharga telah menanti setelah melalui terminal kematian. Bukan maut yang menunggunya tapi janji akan kekekalan.

Apakah Jaminannya?

Kebangkitan Kristus. Kristus telah mati namun bangkit dan mengalahkan maut itu yang tidak lagi akan menguasai orang-orang yang beriman kepadaNya. Minggu-minggu ini kita akan menantikan Peringatan Jumat Agung dan Paskah. Mari mempersiapkan diri kembali untuk menghayati pengorbanan Kristus di kayu salib dan kemenangan atas kebangkitan-Nya. Kematian Kristus telah menghidupkan orang-orang yang percaya kepada-Nya dan janji kehidupan itu termateraikan dengan kebangkitan-Nya.

 

Jangan lupa doakan dan hadirilah

PASKAH PARYASOP

12 April 2008

Pukul 17.00

Tempat ( dalam konfirmasi)

 

Salam

Panitia Paskah Paryasop 2008