LOGO PEMILU 09

SURAT KEPUTUSAN

KETUA TIM PELAKSANA PEMILU DAN PERSIAPAN

KONGRES PARYASOP 2009

Nomor : 08/PARYASOP/PEM/2009

TENTANG

PENETAPAN PASANGAN CALON KETUA DAN WAKIL KETUA PARYASOP PADA PEMILU PARYASOP 2009

MENGINGAT:

  • a. Ketentuan Pelaksanaan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Ikatan Alumni Asrama Yayasan Soposurung (Paryasop) Periode 2009-2013;
  • b. Berita Acara Pendaftaran Calon Ketua Dan Wakil Ketua Paryasop Periode 2009-2013 Nomor 01/PARYASOP/BAP/ PEM/2009 tanggal 29 September 2009 tentang Pendaftaran Pasangan Calon Ketua dan Wakil Ketua Paryasop Eko Pardede dan Ezra Sihite;
  • c.  Berita Acara Pendaftaran Calon Ketua Dan Wakil Ketua Paryasop Periode 2009-2013 Nomor 02/PARYASOP/BAP/ PEM/2009 tanggal 29 September 2009 tentang Pendaftaran Pasangan Calon Ketua dan Wakil Ketua Paryasop Fredsly Girsang dan Klemens Sinaga;

MEMUTUSKAN:

PERTAMA:    Menetapkan Pasangan Calon sebagaimana tercantum di bawah ini sebagai Calon Ketua dan Wakil Ketua Paryasop pada Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Paryasop 2009, yaitu:

  1. Calon Ketua Eko Indra Pardede (Angkatan 2000) dan Calon Wakil Ketua Ezra Natalin Sihite (Angkatan 2002) sebagai Pasangan Calon dengan Nomor Urut 1 (satu), selanjutnya disebut sebagai Pasangan Calon Eko Pardede-Ezra Sihite; dan
  1. Calon Ketua Fredsly Hendra Sardol Girsang (Angkatan 2000) dan Calon Wakil Ketua Klemens Sinaga (Angkatan 1999) sebagai Pasangan Calon dengan Nomor Urut 2 (dua), selanjutnya disebut sebagai Pasangan Calon Fredsly Girsang-Klemens Sinaga.

KEDUA:         Kedua Pasangan Calon Ketua dan Wakil Ketua sebagaimana dimaksud pada Diktum PERTAMA merupakan 2 (dua) Pasangan Calon yang akan dipilih pada Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Paryasop yang akan ditetapkan hasilnya pada kegiatan Kongres Paryasop 2009 yang diselenggarakan pada tanggal 7 November 2009 di Jakarta.

KETIGA:         Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 1 November 2009

Ketua Tim Pelaksana Pemilu dan Persiapan Kongres Paryasop 2009

ttd.

Hamzah Sinaga

Bagan penjelasan mengenai Prosedur menghasilkan DPT dalam Pemilu ParYasop 2009, sbb:

DPT

PESERTA PEMILU PARYASOP 2009

  1. Peserta Pemilu Paryasop 2009 adalah seluruh alumni Asrama Yayasan Soposurung.
  2. Yang dimaksud dengan alumni Yayasan Soposurung adalah barangsiapa yang pernah menjalani pendidikan sebagai Siswa/i di Asrama Yayasan Soposurung dan menamatkan pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas antara tahun 1993 hingga tahun 2009. Ketentuan ini pada dasarnya mengatur bahwa peserta Pemilu Paryasop 2009 tidak terbatas pada Anggota Paryasop sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Anggaran Rumah Tangga Paryasop, yang mengatur bahwa salah satu syarat untuk menjadi Anggota Paryasop adalah mendaftarkan diri.
  3. Tim Pelaksana bertanggung jawab dalam melakukan pendataan seluruh peserta Pemilu Paryasop 2009 dan menerima seluruh suara yang disampaikan dalam Pemilu Paryasop 2009.
  4. Tim Pelaksana bertanggung jawab atas Sosialisasi Pemilu Paryasop 2009 kepada seluruh peserta Pemilu Paryasop 2009.
  5. Tim Pelaksana mengumpulkan data nomor telepon seluler dan/atau alamat surat elektronik Peserta Pemilu 2009 sebagai data referensi pada pemungutan suara, dengan mengkoordinasikannya melalui Koordinator Angkatan.

Untuk itu, mohon pastikan anda telah terdaftar di kordinator angkatan masing-masing.

Dan penghitungan suara sah, adalah sebagai berikut :

Suara sah2

PENGHITUNGAN SUARA

  1. Penghitungan suara dilakukan pada Kongres Paryasop 2009 dengan dihadiri oleh para Calon Ketua dan Wakil Ketua Paryasop.
  2. Penghitungan dilakukan dengan mengumpulkan dan membuka suara yang disampaikan melalui kertas suara, SMS, atau surat elektronik.
  3. Dalam hal peserta Pemilu mengirimkan suara melalui lebih dari satu mekanisme pemungutan suara, penghitungan suara dilakukan dengan membuka kertas suara dan menandai suara yang disampaikan melalui mekanisme lain. Dalam hal suara ganda tersebut tidak menggunakan kertas suara, maka penghitungan dilakukan dengan membuka sms dan menandai suara yang disampaikan melalui surat elekrtonik.
  4. Suara yang dianggap tidak sah adalah:
    1. suara baik dalam bentuk kertas suara, SMS, atau surat elektronik yang sudah dibuka sebelum waktu penghitungan suara; dan
    2. suara yang tidak dapat diterima dengan jelas nama Calon Ketua dan Wakil Ketua Paryasop yang dipilih.

Salam Demokrasi ParYasop

Panitia Pelaksana Pemilu ParYasop 2009

The spirit of sharing

Kesempatan yang sangat besar yang aku dapatkan ketika aku mulai berkata-kata tentang Paryasop, dan semua mimpi, impian dan cita-cita yang akan aku keluarkan dari dalam pemikiran yang sangat sederhana ini.

Berbicara tentang Soposurung, mungkin tidak aka nada habisnya buat aku, mungkin demikian juga dengan kita semua. Tentang semua kisah yang menarik yang telah kita lalui di asrama dan masa-masa kita kuliah. Tentang adik kelas yang terlihat begitu cantik ketika berjalan anggun di sepanjang selasar di depan majalah dinding (pengalaman pribadi, tetapi bukan pribadiku). Tentang senior yang ketika di asrama membentak-bentak aku dengan gagah, namun kini aku berbagi secangkir kopi dengannya (peace buat bang Indra), tentang lidah Batak ini yang dengan lugas berkata “dingin kali pun, sampe menerus” (menerus = manorus). Tentang beratnya kelopak mata ketika pelajaran sosiologi mulai diperdengarkan (alhasil aku pun di keluarkan dari kelas karena ngantuk). Tentang banyak hal, termasuk tentang semangat kita belajar demi lulus di ITB (satu-satunya institut di pulau jawa yang aku tahu).

Sekarang aku coba bercermin, mengapa bayangan sahabat-sahabatku selalu ada di cermin itu? Sering sekali mereka muncul dalam mozaik hidup ini. Mulai alumni yasop yang menjadi teman satu kost ku (na so bosan ra ahu holan na so kost dohot Lae Sitanggang). Ketika susahnya keuangan di akhir bulan, orang pertama yang kepikiran untuk tempat meminjam uang pasti anak Yasop. Ketika aku lagi suntuk di kuliah dan segudang kegiatan di kampus, teman aku berbagi cerita adalah anak Yasop. Ketika aku pergi, aku pasti akan teringat dengan teman-teman satu asrama.

Apakah ini hanya sekedar nostalgia?

Itulah yang aku anggap potensi besar Paryasop, ketika aku bisa berada bersama-sama dengan alumni Yasop yang lain, dengan nyaman aku bisa tampil apa adanya. Ketika aku bisa bermimpi dengan dan berbagi dengan sesama alumni yasop. Ketika aku bisa melangkah, kita melangkah bersama mewujudkan mimpi kita. Semangat inilah yang aku ingat selalu, yang akan menjadi potensi terbesar yang ada di komunitas ini. Semangat kebersamaan dan berbagi, SPIRIT OF SHARING. Sebab semuanya akan kita gapai bersama. Potensi inilah yang menjadi core dan semangat yang menjiwai karya kita, serta berangkat dari sinilah kita membentuk wajah Paryasop yang kita inginkan.

Seberapa pentingkah kekeluargaan itu?
Mungkinkah aku dapat makan dari sekedar kumpul-kumpul dengan anak Yasop?
Akankah Paryasop akan berkarya di Bonapasogit jika kegiatannya hanya bermain futsal saja?
Bilamana Paryasop punya badan usaha yang profit jika anggotanya hanya memikirkan Natal dan Paskah?

Benar, kekeluargaan akhirnya tiba dalam tahap “tak berguna” tak lebih dari sekedar nostalgia ketika diajukan pertannyaan-pertanyaan itu. Tapi diskusi kita tak sampai disini. Aku ajak kita membayangkan bangunan yang hanya berupa core dan lift di dalamnya. Demikianlah kekeluargaan itu. Jika potensi terbesar itu tak bisa dipergunakan, maka kekeluargaan itu pun tak ada artinya. Solusinya adalah, kita tinggal menempatkan semua angan dan impian kita di setiap lantai bangunan, sesuai dengan kapasitas anggota-anggota Paryasop. Katakan saja semisal sekretariat dan badan hukum di lantai dasar, mungkin di lobby. Di lantai dua terdapat konsultan struktur, di lantai tiga ada klinik bersalin, demikian sampai pada paling atas yang bisa di jangkau lift kekeluargaan itu. Di lantai paling atas itu terdapat konsultan arsitektur mungkin. Semuanya disusun sesuai dengan kebutuhan kita dan akan seperti apa fasade dan wajah bangunan paryasop itu akan kita bangun. Tak masalah lagi mengaksesnya, dengan mudah kita akan mencapi cita-cita kita bersama, meski diletakkan di lantai paling atas sekalipun, tak akan terasa sulit lagi.

Selanjutnya kita harus berkaca, sudah sejauh mana kondisi Paryasop saat ini?
Yang pertama dibahas adalah kondisi core dan semangat kekeluargaan itu sendiri. Jawabannya sudah ada potensi yang kuat disana, potensi akan menjadi core yang jauh lebih tangguh, tapi harus kita akui tak cukup tangguh untuk menyatukan hati kita. Masih ada saja yang belum berada dalam kondisi ideal yang kita harapkan (sedikit banyak). Artinya, lift dan core kekeluargaan yang aku maksudkan tadi belum bisa menjadi potensi utama untuk mewujudkan keinginan kita di lantai atas. Atau, masih ada saja orang yang ragu kalau lift ini tak cukup kuat untuk menjadi akses sirkulasi yang handal buat kita.

Tibalah saatnya aku dalam tahap kesimpulan dari pemikiran yang sederhana ini,
Melihat kondisi paryasop dengan bangunan core yang belum kuat, hal yang perlu dibenahi adalah kekeluargaan itu sendiri. Atau bisa saja kita secara pararel mencapai beberapa lantai di atas yang pasti tanpa lift, caranya adalah dengan menggunakan tangga, atau bahkan tangga kebakaran, atau bisa saja melalui crane. Poin pentingnya adalah, kita harus memulai dengan kerja keras. Konsep yang mantap tentang perencanaan lantai bangunan hingga lantai 20 atau lebih, akan terdengar seperti angin surga. Bukan salah, tapi kita harus focus. Kerja keras dan kondisi yang serba terbatas tentunya memiliki segudang variabel, dan salah satu yang paling penting adalah variabel WAKTU. Siapa yang bersedia bekerja keras untuk ini adalah pemimpin yang mengusung SERVANT LEADERSHIP.

Itulah yang kami tawarkan.

Memory Art by Watchson
Jakarta, 5 Oktober 2009

“mardongan roha dohot tikki”
“It’s time to share”
“together we are invincible”

Organisasi Kekeluargaan yang Efektif

“ Saat duitku tinggal selembar ongkos, ada sobatku yang menyodorkan lembar lainnya, ketika kiriman uang dari kampung mandeg, muncul saudaraku meminjamkan, kala hatiku sedih, teman-temanku itu mengajakku bernyanyi, Dia tak ada hanya waktu tertawa, kurang apa lagi yang membuatku tak bisa menyebutnya saudaraku, keluargaku?”.

Kami itu bertemu di sebuah asrama, di kaki gunung Dolok Tolong. Ketika malam hari hampir sama dinginnya dengan pagi, bahkan siang pun si angin berhembus, bertiup kering tapi tetap dingin. Di situ semua bermula, ada teman-teman satu angkatanku, ada kakak dan adik kelasku. Jelas di asrama itu senioritas kental sebagaimana pendidikan semi militer adanya. Namun tak bisa dipungkiri, benih-benih kekeluargaan mulai tertabur, meski ada carut-marut rasa, tapi makin tumbuh. Hingga makin terbukalah jalinan itu, ketika kami semua sama-sama berstatus perantau. Di sana, siapa yang kucari kalau bukan kakak yang dulu aku sapa hampir setiap waktu? Masih ingatkah mereka pada kami? Mungkin tak sedikit dari kita yang berpikir demikian saat mulai menjejakkan kaki di kota-kota tujuan kuliah bukan?

Seminggu, sebulan, setahun, bertahun-tahun ada ikatan yang tak sekadar saling kenal, hormat dan sapa. Makin dalam, saling bercanda, saling menggoda, berantem, hmmmm bukan tak pernah, tapi kala berdamai, wuihh nikmatnya. Itu ibarat gambaran keluarga. Inilah ikatan keluarga itu, Paryasop, yang mau tak mau diakui para alumninya sebagai wadah untuk saling bertegur , lebih jauh pernah berbagi hidup orang-orang yang ada di dalamnya. Sebagaimana keluarga, yang di dalamnya ada komponen yang saling memberi dan menerima, maka para anggota Paryasop itulah si komponen keluarga. Apakah keluarga ini sudah ideal? Tentu belum, maka inilah yang harus terus dipelihara sehingga makin hangat dan membawa dampak bagi “tetangga-tetangganya”.

Tak serta merta sebagaimana keluarga akibat ikatan darah dan daging, secara profesional maka Paryasop harus diurus untuk bisa bergerak, dari dan untuk para anggota Paryasop dan untuk orang di luar sana. Seorang yang mau menggerakkan, pemimpin yang mau berinisiatif meskipun sadar harus lelah untuk memulai langkah, ini yang dibutuhkan. Yang membenahi adalah tugas semua, memberi tugas semua tapi sebagai wadah yang juga diharapkan profesional tanpa menghilangkan kekeluargaan, wajar adanya pemimpin. Kata orang bijak, siapa yang mau jadi pemimpin hendaknya dia melayani? Karena leadership tak sama denganbossy. Terutama, dalam ikatan yang menginginkan nuansa keluarga, maka figur seorang ayah, yang mau berbuat duluan, siap dikritisi, sebisanya memperhatikan ( dalam kapasitasnya ), punya arah untuk keluarganya. Seperti itulah Paryasop.

Kalau soal Potensi?

Keluarga Paryasop ini punya sejuta potensi. Lihat saja alumninya yang berkarya di berbagai bidang? Belum lagi bakat-bakat tersembunyi yang tak diekspos selama ini. Sebagai satu keluarga, saatnya saling bangga saat bagian dari kita punya potensi yang masing-maisng kita dukung dan kembangkan. Seiring berjalan waktu, potensi itu akan makin matang dan efektif saat dilengkapi dengan potensi yang lain.

Lalu soal asrama Yasop, sewajarnya ada optimistis dari Paryasop jika wadah ini akan menjadi pengambil bagian dalam membiayai operasional misalnya. Tak ada yang tak bisa diwujudkan kalau kita duduk bersama, saling bertukar pikiran dan bersama meuwujudkan rencana untuk sebuah tempat, dimana wadah keluarga ini pertama kali tercetuskan.

Dalam Paryasop, berbagai potensi itu amat banyak, tak bisa diterakan seluruhnya. Bisa-bisa tak tidur semalaman untuk menelaah ini mungkin. Tapi ambilcontoh.Semisal alumni yang berjiwa pengusaha/businessman/entrepreneur maka Paryasop bisa membentuk sejenis Interesting Group atau Bidang Keahlian untuk kemudian alumni2 yang berminat menjadi Pengusaha dapat berdiskusi, berbagi dan saling berbagi informasi dan mengadakan usaha bersama. Demikian juga untuk alumni-alumni yang bergerak di bidang Accounting, Paryasop bisa membuat Interesting Group atau kelompok keahlian lain, itu konkritnya. Ada banyak potensi Paryasop, kalau ingin dilinikan maka bisa soal potensi untuk memajukan Tapanuli khususnya pendidikan dan soal produk aplikasi keilmuian. Bisa kita berbincang lebih dalam soal ini.

Sementara fungsi pengurus? untuk memfasilitasi, menjembatani dan menyatukan semua potensi yang ada untuk kemudian bisa menghasilkan output dalam bentuk Program atau kegiatan yang dapat berguna untuk internal (anggota paryasop) ataupun eksternal (diluar anggota paryasop).

Bapak ketua dewan pembina Yayasan Soposurung dulu suka berkata, “ anak-anak ini adalahcream de la cream!”. Benarkah demikian? Cream de la cream itu berasal dari bahasa Prancis, ibarat kepala susu, krim terbaik dan mahal, sari nomor satu. Memang bukan rahasia, kalau untuk mendapat satu tiket masuk ke Yayasan Soposurung, anak-anak itu punya gelar juara di sekolah, tanpa tanda merah di rapor SMP. Barangkali saringan demikian yang dikatakan cream de la cream Soposurung ditambah asahan di asrama ketika SMA kemudian dipoles lagi di perguruan tinggi dan di dunia kerja. Miris, kalau seandainya istilah itu hanya pencitraan. Sekadar kata-kata. Cream de la cream itu bukan untuk berpongah diri tapi sebagai inspirasi untuk mendorong semangat anggota Paryasop untuk menunjukkan kebolehannya dan menjadi berkat bagi orang lain. Cream de la cream itu bukan satu. Tapi Paryasop, kesatuan yang melakukan sesuatu itu dengan ikhlas, bukan si X, Y atau Z. Kita bersama, kita bisa.

Refleksi Penutup

Mengetahui dengan tepat potensi yang ada, merencanakan dengan baik apa yang ingin dicapai, dan dengan penuh rasa syukur memberi melalui karya-karya, itulah yang kemudian akan menjadikan semuanya bermakna.

Mengutip “If you have only one smile in you give it to the people you love [Maya Angelou]” dan“Janda ini memberi dari kekurangannya bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.”[Lukas 21:4] adalah ungkapan totalitas yang tidak memandang posisi di atas dalam kelayakan memberi.

Sebesar apapun karya yang mungkin dikerjakan PARYASOP, mungkin itu hanya dapat disamakan dengan  setetes air di tengah samudra. Namun, Bunda Teresa (1910-1997) pernah berkata: ““ kita berpikir pekerjaan kita seperti sebuah tetesan air di tengah samudra, tetapi samudra akan berkurang karena ada setetes air yang hilang itu”

Karena itu, tidak ada alasan untuk tidak berkarya. Kecil besar tidak menjadi masalah. Yang penting didasari ketulusan dan saling pengertian dalam keluarga yang saling menyayangi.

It’s time to Give.

Horas

Eko-Ezra dan Tim

Salam ParYasop,

Para Kordinator Angkatan yang terhormat,

Melalui e-mail ini kami dari Panitia Pemilu Paryasop 2009 hendak menyampaikan beberapa informasi terbaru terkait dengan pelaksanaan Kongres Paryasop pada tgl. 7 November 2009 mendatang. Semoga informasi berikut dapat disampaikan kepada anggota masing-masing angkatan.

Kongres Paryasop 2009

· Kongres Paryasop 2009 diadakan dalam rangka Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Paryasop periode 2009-2013.

· Kongres akan dilaksanakan pada tanggal 7 November 2009, pkl. 09.00 WBBI-selesai (tanpa menginap) di Taman Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur (lokasi masih dalam konfirmasi)

· Agenda Kongres adalah:

Pra Kongres     :Registrasi ulang peserta; pengambilan kertas suara bagi yang memilih melalui

kertas suara, pengecekan data pengiriman suara melalui SMS/E-mail.

Agenda Pemilu :Penyampaian LPJ Pengurus Lama, Pembahasan/Pengesahan Perubahan

AD/ART, Pemaparan Visi-Misi Calon Pemimpin Baru, Pemungutan Suara

Gathering        : Makan Siang+Snack, Games dan Hiburan

Acara Puncak   : Pelantikan Ketua dan Wakil Ketua Paryasop Baru.

Penyampaian pilihan suara pada acara kongres hanya melalui kertas suara. Namun tidak tertutup kemungkinan bagi para peserta pemilu yang telah memilih melalui sms/e-mail untuk turut menghadiri acara kongres (disarankan agar tetap dapat hadir)

Mekanisme Pendaftaran dan Penyampaian Suara

· Pendaftaran peserta dilaksanakan melalui kordinator angkatan (kodirat) masing-masing angkatan dengan menyertakan informasi : Nama, No. HP dan E-mail account (milik pribadi) serta pilihan mekanisme memilih (pilih salah satu: kertas suara/sms/e-mail)

· Peserta pemilu adalah seluruh Alumni Asrama Yasop yang pernah menjalani pendidikan sebagai Siswa/i di Asrama Yayasan Soposurung dan menamatkan pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas antara tahun 1993 hingga tahun 2009.

· Penyampaian suara dapat dilakukan melalui salah satu cara berikut (sesuai dengan tingkat keutamaannya): Kertas Suara atau SMS atau E-mail.

· Ketentuan penyampaian pilihan suara:

1. Apabila peserta telah memilih melalui kertas suara, maka secara otomatis peserta tersebut tidak dapat lagi memilih melalui SMS atau E-mail, demikian sebaliknya.

2. Peserta hanya dapat mengirimkan 1 (satu) SMS pilihan suara atau 1(satu) E-mail pilihan suara. Panitia akan menetapkan SMS atau E-mail yang pertama kali diterima sebagai suara yang sah.

Jadual Penting

· Harap dicermati dengan seksama:

1 Sept 2009 – 30 Okt 2009             : Pendaftaran Calon Ketua dan Wakil Ketua Paryasop

2 Sept 2009 – 6 Nov 2009              : Kampanye Calon Ketua dan Wakil Ketua Paryasop

1 Sept 2009 – 30 Okt 2009             : Pendaftaran Calon Pemilih Pemilu melalui Kodirat

1 Nov 2009 – 6 Nov 2009               : Pemungutan suara melalui SMS dan E-mail

7 Nov 2009                                  : Pemungutan suara melalui kertas suara

7 Nov 2009                                  : Kongres Paryasop 2009

Informasi Tambahan

· Penyampaian data masing-masing angkatan disampaikan kepada:

1. Marzuki Sinambela       (marzuki.sinambela@gmail.com)

2. Heriany MN (pink_helz@yahoo.com)

· Data dari masing-masing kodirat diharapkan segera  dikirimkan untuk diverifikasi oleh panitia dan diumumkan sebagai Daftar Pemilih Tetap(DPT) Pemilu Paryasop 2009. Batas akhir pemasukan data peserta pemilih melalui kodirat adalah pada tanggal 30 Oktober 2009 (diharapkan kerjasamanya)

Heriany  Napitupulu

Ketua Publikasi dan Dokumentasi

Tulisan ini ku buat sambil mendengarkan lagu climb every mountain nya kita… Sengaja ku tuliskan dalam gaya bahasa percapakan sehari hari, agar merefleksikan kondisi sebenar-nya dan mudah dimengerti oleh siapa saja dari abang, kakak, adek2 yang baca.

(seminggu masuk shift malam…)

Semua bermula dari bangun siangku yg terganggu karena tiba-tiba hpku berdering cukup kencang…

Duh kok ngak ku-silent aja td yah..pikirku,zzzzz… aku tidur kembali, zzzz…bunyi pula lagi, ah siapanya ini, jangan jangan dari pabrik ini….

Lalu kulihat ke layar hp ku tertulis Ando (red: panggilan bang fredsly di rumah : Ando)…ada apa ya, pikirku.. Langsung kuangkat.

Halo… Terdengar suara berat di sebrang..

Apa itu bang? Sahutku.

Yang tidurnya kau dek?

Iya knapa bang?

Ngak, mau ngobrol bentar… Diam sejenak..

Ya udah ngomong aja bang…zzzz.. (ngomong pelan masih lemas..)

Bangun lah kau dulu, tak enak awak cerita kalau kau 5 watt..

yah, apa pula lagi ini pikirku…

Dek, Maccamnya banyak nganggur aku belakangan ini bah…

Maksudmu gmn bang? Bukannya rencana bikin usaha lain lagi kau?…naik dikit jadi 10 watt…

Iya…

Ya udah cari aktivitas lain lah, fitness kek, lari sore kek, apalah itu terserah mu..

Ah, kalau itu dah terus2an nya awak jalanin…

Knapa nga jualan cendol atau pisang goreng aja kau bang pake srikaya …kaya yg di bsd kita makan..

Ah, nanti lah itu dek…

Ya udah laundry aja gmn?

Ah, bukan itu maksudku.. Bukan masalah usaha ni brurrr…

Apanya maksudmu? Ngomonglah bro!

Hening sebentar … diam..

…. Aku mau mengajukan diri jadi ketua ni dek…

Heee? Muka tua? Bah baru nyadar kau bang muka tua kau?

Bah… nga jelas ini, bangun dulu kau, cuci dulu mukamu dek…. penting ini coy!

Tar tar… minum dulu aku ya, … glek.. glek… glek…untung ada aqua botol sedang di samping ku….segar…

Oke, lanjut bang….

Gini dek… aku mo maju jadi calon ketua ….

Ketua apa? Par- voucher bandung? Ngapain itu bang, dapat diskon harga emang nya kalau ketua kaya gitu?

Bukan coy, sabar dulu… bukan ketua itu …kau simak dulu aku ngomong ini…

Trus ketua apa?

Ketua Paryasop dek …

Heeeeeee?  serius nya kau bang???????

Iya dek, serius ini !!

Ngapain kau jadi ketua, ngak mending kau kerja aja di jkt aja?

Yah lalap, dah dari dulu kita bahas, awak ndak mau kerja ama orang..biarlah kau aja yg jadi pegawai ditindas ama bosmu..

Ahhh.. Sial kali kurasa kok jadi awak yg kena, pikirku.

Lah kenapa tiba2 kaya disambar petir kau ngomong gitu bang? Mau ngapain kau jadi ketua?

Hmmmm …, dah saatnya kupikir aku belajar sesuatu yg laen….kembangkan lg diriku, dah banyak orang kukenal di dunia pervoucheran ini, tp cuma skill negosiasi ku aja yg berkembang, yg lain tak.

Emang mau apa lg yg kau kembangkan bang? Dah kembang nya perutmu kuliat hehehe..

Ah serius dl kau kandiong..(Red: kandiong nama ejekanku di rmh).

Seriusnya awak bro!

….. kalau kuliat si Sby ngomong di depan public beda kali auranya bah…

Trus apa hubungannya?

Ah, lambat kali kau ngerti, nampak kali kau anak mesin, ditempelengi terus pas ospek..ngek!…

Ya udah, serius lah kita dulu ngomong bang. Kenapanya rupanya?

iya, aku pengen belajar jd pemimpin dek.. Khan ngak gampang itu, ngambil keputusan ama mikirin banyak orang, banyak resiko yg hrs dipikirin..Selagi aku ada waktu sekarang dek, kalau dah nikah ntar dah beda ceritanya itu, pasti keluarga no satu buatku. Kalau sekarang aku khan flexiblenya, bisa kemana aja tiap hari..

Lah ngapain belajar di paryasop, taunya kau kondisinya skrg khan? Di milis pun sering kalinya perang…

Ya krn itu lah coy, kalau kau terjun ke paryasop, otomatis kau hrs bisa memfasilitasi pikiran2 orang yg pintar2 itu.

Tengok aja dek, dah berapa angkatan sekarang? Dah banyak abang2 itu yg jadi, masa nga bisa kupelajari dulu satu2 cara mereka berpikir, apalagi taunya kau khan adek2 angkatan baru itu kritisnya bukan main.  Yakin kali aku kalau disatukan banyak yg bisa dibuat.

Kenapa ngak aktif di ikatan alumni teknik kimia aja bg? Lebih banyak orang2 jago di sana apalagi nambah kenalan, pasti ada nya itu pebisnis khan.

Beda dek… kalau mulai dr awal-nya, baru terasa tantangannya.

Tantangan apa nya maksud mu bang?

Ya kaya pas awal kita coba voucher inilah sama bg anjur, bg roy, si joksan ama si agus.. Karena ngak di sini nya kau waktu itu, puas kali dek rasanya dari yg transaksi 20 per hari menjadi 200 per hari.

Semua ide kami coba, sampai kami cat dindingnya ruko itu warna pink biar pembeli cewek merasa tertarik dtg, dan terbuktinya da bah, banyak kali cewe2 manis datang beli ….

Pokoknya bedalah coy!! Susah kugambarkan rasanya!

Trus dah sama siapa aja kau ngomong ttg ini bang?

Gini dek, sebenarnya dah kami omongi ini di bandung sama beberapa abang2 ama adek2 yg sering ngumpul di kosan bang Roy.

Tau nya kau khan, rata2 nga terlalu aktifnya semua kawan2 di situ, cuma memantau aja nya di milis ama kumpul2 acara kecil aja.

Pengen kami yg ngak aktif ini ngambil peran di paryasop bah, kok kayanya sekarang pas kali waktunya.

Waktu gmn maksudmu bg?

Iya, khan bisa nya kau liat kondisi nya skrg, masih banyak yg bisa dikerjakan…kawan2 itu pengen jd pengurus juga katanya…

tiba2 terputus…tit tit tit..

Lngsng ku telp balik, kok mati bang? Nga tau ini jaringan trouble terus bah! Ah pulsa mu nya kali abis?

Yah.. hp ini pun servernya pulsa elektronik, masak abis pulsa nya. Ya udahlah dek, kapan kau ke bandung? Kumpul lah dl kita yuk biar kita diskusikan dulu, susah aku ngejelasinnya lewat hp kaya gini….

Okelah bg, besok aku dtg ya..

Mantap coy, gitulah , jgn lp bawa rokok itu ya.

Oke bang, beres,… Tuttttt

………. bersambung.

(Penulis adalah Yossy Andrew Girsang, saudara kandung Fredsly Hendral Sardol Girsang. Sejak SD satu kelas, SMP satu sekolah, SMA satu kelas, kuliah satu kampus,…. Saat ini Yossy msh karyawan di pabrik rokok yg selalu pakai batik di daerah karawang-bekasi)

“Kalau berawal dari niat, gunung tangkupan parahu pun bisa kita pindahkan” Dang i bro?

Salam hangat untuk keluargaku, Paryasop.
Abang, Kakak, Rekan, dan Adik yang sedang bergerak maju dalam
pembentukan diri untuk menoreh peranan dalam hidup ini.

Dengan kerinduan yang hangat, kami datang menyapa keseharian
abang/kakak/rekan/adik. Semoga aktifitas hari ini berjalan dengan baik
. Harapan kami kesuksesan adalah hasil dari perjalanan yang sedang
kita tapaki.

Di beranda rumah kita sore ini, sambil menikmati pisang goreng dan es
teh manis,  izinkan kami menanyakan pendapat abang/kakak/rekan,adik
kami tentang keluarga kita, Paryasop. Apakah keluarga kita ini sudah
memenuhi kebutuhan anggotanya untuk mengembangkan diri untuk mencapai
cita-citanya?

Mungkin jawaban kita akan beragam.
Untuk pertanyaan itu, izinkan lah kami memberikan pendapat.

Dari berbagai interaksi komunikasi yang terjadi selama ini, masih
kental terasa opini yang menyebutkan keluarga kita ini belum optimal
menjalankan peranannya. Paryasop belum dapat menyentuh akar kehidupan
kita masing-masing dalam pengembangan kehidupan. Anggota keluarga kita
masih banyak mengembangkan diri hanya di rumah lain.

Mengapa keluarga kita yang besar ini tidak menjadi tempat yang memberi
kesempatan untuk itu?

Paryasop adalah rumah kita. Tempat keluarga besar ini berkumpul dan
saling meperhatikan. Menanam bibit harapan akan kebesaran setiap
anggotanya, memupuknya hingga berbuah dan menumbuhkan pengharapan
baru.

Dalam proses regenerasi pengurus Paryasop tahun 2009 ini, kami dari
pasangan Eko Pardede – Ezra Sihite berkomitmen untuk turut ambil
peranan meningkatkan peranan Paryasop. Ini saatnya untuk  kami memberi

Kami mulai peranan ini dengan memberi waktu dan pemikiran yang kami
miliki untuk  turut membangun ruang-ruang karya bagi anggota Paryasop
agar berkesempatan memberikan talenta yang dimiliki untuk pengembangan
diri,  membangun masyarakat, menjaga negara,  serta sangat mungkin
menjadi sumber penghidupan.  Setiap anggota keluarga kita, punya hak
dan kewajiban yang sama untuk memberi sesuai  kompetensi yang
dimiliki.

Tujuan kami adalah, setiap kita, anggota keluarga Paryasop, dapat
melihat, dan dapat memilih ruang mana yang fit dan tepat baginya untuk
memberi talenta dan kompetensinya. Ruang-ruang itu akan membentuk
suatu ekosistem yang lengkap dimana kita semua memiliki kesempatan
untuk membantu dan dibantu. Membantu memberikan pancing kehidupan
untuk kelangsungan yang lebih lama, sehingga kemudian bisa
meng-estafetkan kembali pancing-pancing itu ke generasi berikutnya .
Keluarga kita ini akan memiliki kemandirian financial untuk
menjalankan peranan besarnya untuk memperhatikan sebesar-besarnya
kepentingan anggotanya, masyarakat, dan negara.

Ruang-ruang karya ini tidak dibangun dengan membalikkan telapak
tangan. Tidak mungkin dibangun satu dua orang. Tetapi merupakan
resultan partisipasi dari kita semua. Bergabunglah bersama kami.
Setiap ide adalah emas. Di setiap kesulitan ada potensi. Dan setiap
kesulitan akan kita hadapi dengan bersama-sama, karena kita punya
semua resources untuk itu. Yang kita perlu lakukan hanya BEKERJA,
BERKARYA.

Mari kita bangun keluarga kita, rumah kita sendiri, Paryasop menjadi
tempat kita berkarya. It’s time to give.

it’s not only your money, it’s your heart.
Salam hangat, Eko Pardede
EKRA’09

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.